Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Smart Family Finance Syariah untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.71305/jpkm.v2i2.1752Keywords:
Smart Family Finance Syariah, Literasi Keuangan Keluarga, Kewirausahaan Rumah Tangga, Literasi Keuangan Syariah, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Ketahanan ekonomi keluarga dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan, mengembangkan usaha produktif, dan menerapkan prinsip-prinsip keuangan syariah. Namun, sebagian besar ibu rumah tangga masih menghadapi keterbatasan pada ketiga aspek tersebut sehingga diperlukan model pemberdayaan yang bersifat terpadu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga melalui model Smart Family Finance Syariah berbasis Trio Edukasi yang mengintegrasikan literasi keuangan keluarga, penguatan kewirausahaan, dan edukasi keuangan syariah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) terhadap 30 ibu rumah tangga di RT 07/RW 003 Rawamangun Tegalan, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, dengan metode Lecture–Demonstration–Discussion (LDD) yang dipadukan dengan prinsip andragogi dan experiential learning. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test–post-test melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran hasil belajar peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 93,3%. Rata-rata skor literasi keuangan meningkat dari 52,3 menjadi 87,6, kewirausahaan dari 41,5 menjadi 78,9, dan literasi keuangan syariah dari 48,7 menjadi 85,2. Sebanyak 85,7% peserta mampu menyusun anggaran rumah tangga, 67,9% mampu menghitung harga pokok produksi, 64,3% menunjukkan kesiapan memulai usaha, serta 82,1% memahami larangan riba dan 78,6% memahami kewajiban zakat. Kebaruan kegiatan ini adalah pengembangan Smart Family Finance Syariah (SFFS Model) yang mengintegrasikan literasi keuangan, kewirausahaan, dan etika keuangan syariah dalam satu model pemberdayaan. Model ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi dan perilaku finansial peserta serta berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan ketahanan ekonomi keluarga pada komunitas masyarakat dengan karakteristik serupa.













