Pelatihan Pemanfaatan Pelepah Dan Bonggol Pisang Sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Di Desa Logowok Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan

Authors

  • Hamdan Robbani Universitas Sunan Giri Surabaya, Indonesia
  • Ely Masnawati Universitas Sunan Giri Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71305/jpkm.v1i1.185

Keywords:

Keripik, Pelepah Pisang, Bonggol Pisang, Ekonom

Abstract

Salah satu bentuk pengamalan dharma perguruan tinggi adalah melalui pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh para relawan di tengah masyarakat (Kementerian Sekretariat Negara RI, 2012). Desa Logowok adalah suatu desa yang terletak di kecamatan Pohjentrek kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki 3 Dusun (RW) dan 11 RT, yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin mebel, dan sebagian besar bekerja sebagai petani. Kebun Desa Logowok banyak  yang di tanami pohon-pohon pisang sehingga banyak pohon-pohon pisang di Desa Logowok namun masyarakat dan aparat desa Logowok masih belum memanfaatkan pohon pisang dengan baik. Kami memutuskan untuk mengubah pelepah sisa dari batang pisang yang kurang dimanfaatkan menjadi keripik untuk mengatasi penumpukan. Pra-pemrosesan, pemrosesan, dan pasca-pemrosesan adalah tiga fase utama dalam produksi keripik ini. Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai program kerja pembuatan keripik pelepah pisang selama pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Logowok, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, maka digunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatoris dalam penulisan artikel ini. Mengetahui fenomena tersebut, kami berinisiatif memanfaatkan limbah pohon pisang tersebut menjadi olahan makanan ringan seperti membuat keripik pelepah pisang dan keripik bonggol pisang.

Downloads

Published

2025-01-23

How to Cite

Hamdan Robbani, & Ely Masnawati. (2025). Pelatihan Pemanfaatan Pelepah Dan Bonggol Pisang Sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Di Desa Logowok Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 24–38. https://doi.org/10.71305/jpkm.v1i1.185