Inovasi Pertanian Melalui Teknologi Hidroponik Untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan Di Desa Langensari, Kabupaten Semarang
DOI:
https://doi.org/10.71305/jpkm.v2i2.298Keywords:
Hidroponik, Pemberdayaan Masyarakat, Ketahanan Pangan, Pertanian Berkelanjutan, Keterbatasan Lahan, Desa LangensariAbstract
Mengatasi tantangan pertanian di wilayah dengan keterbatasan lahan merupakan langkah krusial dalam mendorong pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Desa Langensari, yang terletak di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengalami penurunan luas lahan produktif akibat alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hidroponik sebagai solusi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan langsung kepada warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat terhadap budidaya hidroponik. Sekitar 73% peserta menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan hidroponik secara mandiri di rumah, sementara sisanya berminat membentuk kelompok tani hidroponik. Program ini juga mendorong interaksi sosial, meningkatkan kesadaran akan pertanian ramah lingkungan, serta membuka peluang wirausaha mikro berbasis sayuran segar. Inisiatif ini menjadi model yang dapat direplikasi dalam pemberdayaan pertanian modern bagi komunitas yang menghadapi keterbatasan lahan serupa.












